it was 25th in 11th?
seems like being there was planned. well, not planned, but intentional, coz normally, the 11th in 25th should be sank under the water. 14. 2! oh! i feel so stupid!
..and what am i doing now? another stupidity? probably. i just hate it. i really do.
Sunday, October 31, 2010
Wednesday, October 6, 2010
masa-masa labil & lebay bombay alayalay
*menyemenye*
habis baca catatan hati seorang teman tentang sahabatnya. huff, aku pun jadi kangen kalian ),:
emang siih..
aku cuma mampu menjaga apa yang ada di otakku, itu pun cuma kadang-kadang aja dibuka, atau nggak sengaja kebuka. sangat kadang-kadang. bahkan beberapa diantaranya udah corrupt.
pertama kali aku masuk di kelas itu, takut seperti biasa. yayayayaaaa, aku selalu takut ketemu orang-orang baru.. tapi ajaibnya, disana nyaman, dengan diawali perkenalan yang nyebai pol. masa-masa labil & lebay bombay alayalay.. haha, maklum, remaja..
ga inget.
aku ga bisa inget detail setahun di kelas itu. mungkin cuma sederetan kursi & meja. temen sebangku yang ga selalu sama. guru-guru yang mungkin namanya ga semua masih aku inget *mengurungkan niat untuk ngabsen guru-guru* hehe.. kelas gelap di pojok bawah tangga. konon katanya serem, tapi alhamdulillah deket musholla. dan satu nama: alqaley. mungkin sederetan nama orang-orang di dalamnya. ah, enggak. nggak cuma sederatan. empat deret.
di kelas selanjutnya, mohonmaap, kalian begitu terlupakan T.T kecuali 8 orang absen pertama & 2 orang penyelundup.
& kopi panaz. entah singkatan dari apa.
habis baca catatan hati seorang teman tentang sahabatnya. huff, aku pun jadi kangen kalian ),:
emang siih..
aku cuma mampu menjaga apa yang ada di otakku, itu pun cuma kadang-kadang aja dibuka, atau nggak sengaja kebuka. sangat kadang-kadang. bahkan beberapa diantaranya udah corrupt.
pertama kali aku masuk di kelas itu, takut seperti biasa. yayayayaaaa, aku selalu takut ketemu orang-orang baru.. tapi ajaibnya, disana nyaman, dengan diawali perkenalan yang nyebai pol. masa-masa labil & lebay bombay alayalay.. haha, maklum, remaja..
ga inget.
aku ga bisa inget detail setahun di kelas itu. mungkin cuma sederetan kursi & meja. temen sebangku yang ga selalu sama. guru-guru yang mungkin namanya ga semua masih aku inget *mengurungkan niat untuk ngabsen guru-guru* hehe.. kelas gelap di pojok bawah tangga. konon katanya serem, tapi alhamdulillah deket musholla. dan satu nama: alqaley. mungkin sederetan nama orang-orang di dalamnya. ah, enggak. nggak cuma sederatan. empat deret.
di kelas selanjutnya, mohonmaap, kalian begitu terlupakan T.T kecuali 8 orang absen pertama & 2 orang penyelundup.
& kopi panaz. entah singkatan dari apa.
Saturday, October 2, 2010
rejeki si pengemis & pengamen
waktu kuliah dulu.. *gayaaaa, kayak sekarang nggak kuliah aja T__T maksudnya pas kuliah s1 itu tuu..* ada dosen ganteng yang terkenal karena prinsipnya tentang rejeki. sepenangkepanku, bapak dosen yang satu ini beranggapan kalo ada pengemis atau pengamen yang mendatangi beliau di perempatan bangjo waktu lampunya merah berarti sudah rejeki si pengemis & pengamen itu (karena bapak ganteng ini suka ngasih sedekah ^^ jadi tambah ganteng..), dan kalau lampunya pas hijau, berarti emang belom rejekinya mereka.. begitu kira-kira yang saya tangkap.
beberapa waktu lalu juga sempet denger cerita tentang seseorang yang selalu merasa tertantang setiap kali dihadapkan sama orang yang membutuhkan, terutama masalah finansial. menurut cerita, beliau ini nggak akan ragu untuk ngasih berapapun yang ada di kantongnya untuk orang yang memerlukan. yup, when i said "berapapun" it really means "berapapun" (berdasar pendengaranku).
masalah apa yang mereka dapet, itu urusan mereka dengan yang diatas lah yaaa..
aku pribadi sih, masih sering nggak ngasih ketimbang ngasih. oopss.. bukan pelit *hayaaaah* tapi kadang kondisi yang nggak memungkinkan *krikkrik* yang paling sering ya karena susah ngeluarin dompet T___T kecuali kalo pas lagi bawa mobil..
trus aku lebih gampang trenyuh kalo liat pengemis yang kakek-kakek ketimbang yang nenek-nenek. nggak begitu suka sama yang anak kecil dekil lusuh & rambutnya dicat.
aku lupa gimana situasi waktu itu, seingetku di perempatan itu ada pengemis (kakek-kakek kayaknya), sama ada penjual mainan bunga yang bisa geleng2 itu lo. karena waktu itu baru bawa mobil (posisi di kursi penumpang), si kakek-kakek itu aku kasih, plus komentar tentang si penjual bunga geleng-geleng, kalo nggak salah komentarku gini, (kurang lebih) "penjual kayak gitu dapet untungnya berapa ya? kayaknya jualannya nggak begitu laku.."
si supir tiba-tiba bilang kalo dia ada di situasi itu, dia nggak akan ngasih si kakek karena disitu ada si penjual bunga. "loh kenapa?" katanya, itu nggak adil, si penjual udah susah jualan, yang dapet duit malah yang minta-minta.
beberapa waktu lalu juga sempet denger cerita tentang seseorang yang selalu merasa tertantang setiap kali dihadapkan sama orang yang membutuhkan, terutama masalah finansial. menurut cerita, beliau ini nggak akan ragu untuk ngasih berapapun yang ada di kantongnya untuk orang yang memerlukan. yup, when i said "berapapun" it really means "berapapun" (berdasar pendengaranku).
masalah apa yang mereka dapet, itu urusan mereka dengan yang diatas lah yaaa..
aku pribadi sih, masih sering nggak ngasih ketimbang ngasih. oopss.. bukan pelit *hayaaaah* tapi kadang kondisi yang nggak memungkinkan *krikkrik* yang paling sering ya karena susah ngeluarin dompet T___T kecuali kalo pas lagi bawa mobil..
trus aku lebih gampang trenyuh kalo liat pengemis yang kakek-kakek ketimbang yang nenek-nenek. nggak begitu suka sama yang anak kecil dekil lusuh & rambutnya dicat.
aku lupa gimana situasi waktu itu, seingetku di perempatan itu ada pengemis (kakek-kakek kayaknya), sama ada penjual mainan bunga yang bisa geleng2 itu lo. karena waktu itu baru bawa mobil (posisi di kursi penumpang), si kakek-kakek itu aku kasih, plus komentar tentang si penjual bunga geleng-geleng, kalo nggak salah komentarku gini, (kurang lebih) "penjual kayak gitu dapet untungnya berapa ya? kayaknya jualannya nggak begitu laku.."
si supir tiba-tiba bilang kalo dia ada di situasi itu, dia nggak akan ngasih si kakek karena disitu ada si penjual bunga. "loh kenapa?" katanya, itu nggak adil, si penjual udah susah jualan, yang dapet duit malah yang minta-minta.