Friday, February 26, 2016

So lonely out there and so busy inside

The fact that I am doing nothing while everybody is creating their masterpiece(s) and the fact that I am getting away from my dreams are hurting me so deep. I failed.

Even if it is so lonely out there and so busy inside,
I need to move forward!



がんばって!

Sunday, February 14, 2016

How to go to Matsuyama from Yogyakarta

Matsuyama is the capital city of Ehime prefecture, and a city where my husband studies for his PhD degree. Matsuyama is a city that is less popular compared to other cities in Japan you ever heard, I guess.

I've been in this city for several times,
So this is how you go to this city from Yogyakarta:

First step, of course, you need a Japan visa. The easiest way is to go to travel agent :) it is very easy. Even when you go to the Japan embassy by yourself, it will be still very easy. Just follow the instructions provided on their web.

Second step: find a flight. From Yogyakarta, you can fly to Japan using Garuda Indonesia (via Jakarta or Denpasar) or AirAsia (via Kuala Lumpur). The closest international airport to Matsuyama is Kansai International Airport in Osaka.

I only have experience using Garuda Indonesia so in Adisucipto International Airport you need to go to terminal 1 (if you use AirAsia, you need to go to terminal 2). When you check-in make sure that you will take your baggage(s) directly in Osaka or in Jakarta (or Denpasar). But as long as I remember, I always take my baggage(s) in Osaka, so you don't need to worry about carrying your baggage(s) in Jakarta (or Denpasar). And you will get two boarding passes, one for the domestic route, one for the international one. Yes, you don't need to do double check-in, unless they stated otherwise.

In Soekarno-Hatta International Airport, just follow the direction to go to the transfer site. You will need to check-in if previous you only have one boarding pass. If you already have the boarding pass for international flight, you can go to the immigration office. Prepare your passport and boarding pass, then follow the instruction again to go to the waiting room.

Your Garuda Indonesia flight will depart to Osaka around 23.30, make sure you go to the toilet first, and then have your Isya-pray. You will arrive in Osaka around 8.30 local time (or 6.30 WIB). In the plane, the flight attendants provide two forms: Embarkation card for foreigner (you have to write down the address where you will live during your visit!) and Customs declaration.

From the plane, you just need to follow where the people go. If you need to connect to the WiFi, the best time to do is when you are walking to the immigration port, because after that, you will lose the WiFi connection.

In immigration port, they will ask for your passport and the immigration form. They will also ask your fingerprints and photo.  From the immigration port, you go to the baggage claim. Kansai International Airport is the number one airport in the world in the baggage-handling category. Take a look at how they manage the passengers' luggages and you will be impressed!

After you claim your baggage(s) you will need to go through the last safety barrier. If you are lucky, they will only ask for your passport, if not, they probably ask you to open your baggage(s).

Then, it's done!

You can go outside to the arrival gate. The arrival gate is on the first floor.

If you are hungry, you can go to the halal udon restaurant on the second floor.

If not, then you have to go outside, turn to the right, and buy a bus ticket to go to Namba OCAT for ¥1,050 per person. You have to wait in the right bus stop, please read the sign (it's easy!)

It takes about an hour from the airport to go to Namba OCAT. You can enjoy Osaka!

In Namba OCAT, you go to the gate 6 or 5, and buy ticket heading to Matsuyama. The bus will depart at 10.25 and 11.55. It takes around 6 hours, choose to stop at Kawauchi and take taxi to go to your destination.

DONE!

Saturday, February 6, 2016

Cerita ringan

Ok, mari kita bercerita ringan.
Pertama tentang blog ini. Setelah sekian lama terbengkalai, akhirnya ganti alamat lagi. HahaKenapa? Karena saya ingin mengurangi result di google search kalau ada orang yang iseng cari nama saya. Silakan dibayangkan berapa kali saya trial-and-error ngecek google search.

Setiap kali cari nama sendiri di google selalu keinget Robert Langdon. Robert Langdon akhirnya cari namanya di search engine setelah sebelumnya dia pernah kasih komentar di depan mahasiswanya tentang orang yang mencari namanya sendiri di search engineHehe..

Jadi,
here it goes, my new blog address.

*bancakan*

Kedua,
Beberapa waktu lalu lihat postingan teman di Path tentang liburannya di Bali yang saya asumsikan sebagai honeymoon. Ceritanya, dia bikin pop mie (atau mie gelas) setelah dia dan suaminya hujan-hujanan ke supermarket naik motor pinjaman satpam hotel, dan hal itu dia kenang sebagai momen yang paling membahagiakan.

Cerita ini bikin saya inget suami.
Suami saya ini hobi jalan-jalan, dan agak terobsesi ngajak istrinya ini jalan-jalan. Suatu hari dia khusyuk ngeliatin website suatu maskapai dan takjub karena harga tiket pesawat pp Matsuyama - Osaka murah banget. Saya, yang hobi diem di rumah, sih seneng-seneng aja diajak jalan-jalan. Kemudian, tiba-tiba tiket sudah ada di tangan. Berangkat pagi, nginep sehari, pulang malam.

Pagi hari di hari-H, kita sudah siap pergi ke bandara. Naik kereta turun di Matsuyama-shi Eki, lanjut naik bis sampai bandara. Sewaktu mau cek-in di mesin cek-in, tiket kita ditolak dong. Dicoba berkali-kali, gagal terus. Akhirnya suami ke customer service-nyadan ternyata...

BELIAU SALAH BELI TIKET.

yang seharusnya pergi pagi pulang malam, jadinya pergi malam pulang pagi. Ngapain di Osaka semalam aja?

Jadinya, beli tiket baru.

Dan lebih mahal.

Mahal sekali.

Demi istrikatanya.

Di dalam pesawat, suami gelo terus-terusan. Meratapi ketidakfokusannya.
Sampai di Osaka cari ticketing office buat urus reschedule pulangnyaTapi yang namanya low-cost flight, mau gimana sih? Mahal sekali mau reschedule aja, mending beli baru kata CS-nya.

Akhirnya, diputuskan untuk kita tunda dulu urusan pertiketan pulang itu. Have fun dulu di Osaka. Tiket mahal, jangan disia-sia.

Kita akhirnya ke Nara sih, naik kereta ke tempat Mas Moko di Ikoma (daerah di Nara).
Sampai di stasiun dijemput Mas Moko naik sepeda karena waktu itu hari libur, jadi bis yang dasarnya emang jarang, jadi tambah jarang, secara Nara itu desa. Enak jalan kaki di Nara walau pun jauh sekali jarak stasiun ke apato Mas Moko. Kita sempet mampir di NAIST. NAIST besar banget.



Apato Mas Moko di komplek NAIST. Ketemu istri Mas Moko, makan, terus cus. Karena Mas Moko belum pernah ngajak istrinya ke mana-mana. Bzzzzzz..

Kita ke Kōfuku-ji temple di Nara. Jalan jauh lagi dari apato ke stasiun. Sepanjang jalan, Mbak Wulan cerita tentang pengalamannya hidup di Nara, gimana orang-orang tua di sana baiknya pakai banget. Mbak Wulan pernah ditraktir sama nenek-nenek yang nggak dikenal sebelumnya.

Di kereta, karena penuh, kita duduknya misah-misah. Mbak Wulan sama ibu-ibu di sisi kanan. Dua bros itu biarlah mereka melepas kangen. Saya duduk sama ibu-ibu di belakang dua bros itu, ngobrol sama ibu-ibu ini, yang langsung saya bilang, "Sorry, I can not speak Japanesse," dan ibunya ngajak ngobrol pakai bahasa Inggris walau pun terbata-bata. Ramah banget. Ibunya turun duluan :) Kita turun di Shin-Omiya station dan jalan jauh ke Kōfuku-ji temple. Btw, Mbak Wulan dapet permen dari ibu-ibu yang duduk di sampingnya.


Untuk ke Kōfuku-ji temple, kita lewat taman yang banyak rusanya tapi nggak banyak yang bisa dilihat karena sudah terlalu sore. Akhirnya kita jalan-jalan (jauh lagi) ke Higashimuki shopping street, cari makan yang bisa dimakan. Kaki sudah mati rasaaaaaa.

Hari itu diakhiri dengan saya dan suami cek in di Toyoko Inn, Mas Moko dan istri jalan jauh lagi ke apato. Toyoko Inn ini sepertinya jadi hotel andalan suami kalau jalan-jalan, di mana-mana ada, dan sebagian besar deket stasiun (Tips jalan-jalan dari suami: cari hotel yang deket sama stasiun). Nah, di Nara ini ada dua Toyoko Inn, yang satu deket JR Nara station, yang satu deket Shin-Omiya station.

Jalur kita ke tempat Mas Moko adalah: Osaka - JR Nara station - Ikoma. Jadi kita (suami deng) pilih Toyoko Inn yang deket JR Nara station. Untuk ke Kōfuku-ji temple kita turun di Shin-Omiya station. Kalau mau dipetakan:
Osaka - JR Nara station - Shin-Omiya station - Ikoma (bayangan saya, bisa jadi salah, maklum peta buta).

Terus tujuan jalan-jalan kita (berdua aja) hari berikutnya adalah Tōdai-ji temple di deket Shin-Omiya station. Silakan bayangkan lagi gimana gondoknya suami saya karena salah pilih hotel. Duh.

Dari Tōdai-ji temple kita langsung ke Osaka lagi untuk lihat The Osaka Aquarium Kaiyukan. Turun di stasiun Osaka. Sebelum ke akuarium Osaka, kita mampir dulu ke terminal bus di Namba (lupa dari stasiun ke Namba naik apa). Dan: Tiket Osaka - Matsuyama sold out!!

Waktu itu suami ada dua pilihan: naik kereta tapi naik turun di beberapa stasiun atau naik kapal, dan untuk urus ini, kita harus ke stasiun. Karena akuarium lebih deket daripada ke stasiun, kita ke akuarium dulu. Jalan jauh (lagi) dari terminal ke akuariumnya dan akuariumnya besar sekali. Kaki ini semakin mati rasa. Mood suami jadi kurang bagus mengingat status kita yang belum pegang tiket pulang. Ditambah bayangan jalan kaki lagi ke terminal plus laper. Duh. Alhamdulillah, di perjalanan ke terminal kita lihat ada bis ke arah stasiun. Hore, kaki ini bisa istirahat sebentar.

*sampai di sini, saya sadar, saya nggak bisa membedakan mana stasiun, mana terminal. Haha..

Sampai di bagian informasi di stasiun (atau terminal?) karena suami butuh saran rute terbail, kita malah diarahkan naik Shinkansen dong. Yang per orangnya kalau dirupiahkan jadi tiga juta. Mahaaaaaalnyaaaaa. Duit siapaaa. Haha.. Nggak jadi naik Shinkansen kita. Terlunta-lunta lagi di kota besar.

Cari tempat sholat di Namba ketemu. Bzzzz.. Laper. Mood sudah mulai terganggu. Tapi karena capek, bukan karena kejadian-kejadian yang ajaib itu.

Pilihan terakhir untuk pulang adalah naik kapal.
Dan kapal baru ada sekitar jam 10an malam. Untuk ke pelabuhan kita perlu naik trem. Untuk naik trem, kita perlu beli tiket stasiun. Di stasiun ada prayer room. Alhamdulillah. Kita sempat jalan-jalan, untuk cari bus swasta. Tapi sia-sia. Jadi kita positif naik kapal. Ini pun masih belum tenang, karena ada kemungkinan kita nggak dapet tiket. Tapi alhamdulillah kita dapet :')

Kita nunggu di pelabuhan sampai sekita jam 8 baru bisa boarding. Duduk-duduk aja kita di sana. Nggak kerasa udah jam 8, terus kita boarding. Sambil nunggu take-off jam 10, kita duduk di dek atas kapal. Ngobrol. Cari Wi-Fi. Sebelum jam 10, kita masuk kamar, tidur.

Kapal untuk perjalan jarak jauh ada kamar-kamarnya. Satu kamar ada 4 bilik tempat tidur. Ada kamar khusus cewek, ada kamar campuran. Kita dapetnya di kamar campuran, ga masalah, karena tetap dijaga privasinya.

Dan sampai Matsuyama port paginya. Naik bus lagi untuk sampai rumah.

Dan suami tetap ke lab hari itu :)

End.



PS.
Biasanya saya kurang bisa mengingat hal-hal macam begini. Tapi, perjalanan ini adalah momen yang membahagiakan.

Fly to you

I remember the day when I had to fly.
The day when we said goodbye. Another goodbye after several goodbyes we had before.
I was so grateful because I have you.
I was getting more grateful because I have you during my most emotional moment.

And when I came back,
when you grabbed my hand,
you will never know how happy I was.

Our later goodbye was easy,
because I will fly to you.

Wednesday, February 3, 2016

Current mood

: angry.

I might be wrong. But I cannot explain what I feel currently.
I am just angry. At everything.