Saturday, February 6, 2016

Cerita ringan

Ok, mari kita bercerita ringan.
Pertama tentang blog ini. Setelah sekian lama terbengkalai, akhirnya ganti alamat lagi. HahaKenapa? Karena saya ingin mengurangi result di google search kalau ada orang yang iseng cari nama saya. Silakan dibayangkan berapa kali saya trial-and-error ngecek google search.

Setiap kali cari nama sendiri di google selalu keinget Robert Langdon. Robert Langdon akhirnya cari namanya di search engine setelah sebelumnya dia pernah kasih komentar di depan mahasiswanya tentang orang yang mencari namanya sendiri di search engineHehe..

Jadi,
here it goes, my new blog address.

*bancakan*

Kedua,
Beberapa waktu lalu lihat postingan teman di Path tentang liburannya di Bali yang saya asumsikan sebagai honeymoon. Ceritanya, dia bikin pop mie (atau mie gelas) setelah dia dan suaminya hujan-hujanan ke supermarket naik motor pinjaman satpam hotel, dan hal itu dia kenang sebagai momen yang paling membahagiakan.

Cerita ini bikin saya inget suami.
Suami saya ini hobi jalan-jalan, dan agak terobsesi ngajak istrinya ini jalan-jalan. Suatu hari dia khusyuk ngeliatin website suatu maskapai dan takjub karena harga tiket pesawat pp Matsuyama - Osaka murah banget. Saya, yang hobi diem di rumah, sih seneng-seneng aja diajak jalan-jalan. Kemudian, tiba-tiba tiket sudah ada di tangan. Berangkat pagi, nginep sehari, pulang malam.

Pagi hari di hari-H, kita sudah siap pergi ke bandara. Naik kereta turun di Matsuyama-shi Eki, lanjut naik bis sampai bandara. Sewaktu mau cek-in di mesin cek-in, tiket kita ditolak dong. Dicoba berkali-kali, gagal terus. Akhirnya suami ke customer service-nyadan ternyata...

BELIAU SALAH BELI TIKET.

yang seharusnya pergi pagi pulang malam, jadinya pergi malam pulang pagi. Ngapain di Osaka semalam aja?

Jadinya, beli tiket baru.

Dan lebih mahal.

Mahal sekali.

Demi istrikatanya.

Di dalam pesawat, suami gelo terus-terusan. Meratapi ketidakfokusannya.
Sampai di Osaka cari ticketing office buat urus reschedule pulangnyaTapi yang namanya low-cost flight, mau gimana sih? Mahal sekali mau reschedule aja, mending beli baru kata CS-nya.

Akhirnya, diputuskan untuk kita tunda dulu urusan pertiketan pulang itu. Have fun dulu di Osaka. Tiket mahal, jangan disia-sia.

Kita akhirnya ke Nara sih, naik kereta ke tempat Mas Moko di Ikoma (daerah di Nara).
Sampai di stasiun dijemput Mas Moko naik sepeda karena waktu itu hari libur, jadi bis yang dasarnya emang jarang, jadi tambah jarang, secara Nara itu desa. Enak jalan kaki di Nara walau pun jauh sekali jarak stasiun ke apato Mas Moko. Kita sempet mampir di NAIST. NAIST besar banget.



Apato Mas Moko di komplek NAIST. Ketemu istri Mas Moko, makan, terus cus. Karena Mas Moko belum pernah ngajak istrinya ke mana-mana. Bzzzzzz..

Kita ke Kōfuku-ji temple di Nara. Jalan jauh lagi dari apato ke stasiun. Sepanjang jalan, Mbak Wulan cerita tentang pengalamannya hidup di Nara, gimana orang-orang tua di sana baiknya pakai banget. Mbak Wulan pernah ditraktir sama nenek-nenek yang nggak dikenal sebelumnya.

Di kereta, karena penuh, kita duduknya misah-misah. Mbak Wulan sama ibu-ibu di sisi kanan. Dua bros itu biarlah mereka melepas kangen. Saya duduk sama ibu-ibu di belakang dua bros itu, ngobrol sama ibu-ibu ini, yang langsung saya bilang, "Sorry, I can not speak Japanesse," dan ibunya ngajak ngobrol pakai bahasa Inggris walau pun terbata-bata. Ramah banget. Ibunya turun duluan :) Kita turun di Shin-Omiya station dan jalan jauh ke Kōfuku-ji temple. Btw, Mbak Wulan dapet permen dari ibu-ibu yang duduk di sampingnya.


Untuk ke Kōfuku-ji temple, kita lewat taman yang banyak rusanya tapi nggak banyak yang bisa dilihat karena sudah terlalu sore. Akhirnya kita jalan-jalan (jauh lagi) ke Higashimuki shopping street, cari makan yang bisa dimakan. Kaki sudah mati rasaaaaaa.

Hari itu diakhiri dengan saya dan suami cek in di Toyoko Inn, Mas Moko dan istri jalan jauh lagi ke apato. Toyoko Inn ini sepertinya jadi hotel andalan suami kalau jalan-jalan, di mana-mana ada, dan sebagian besar deket stasiun (Tips jalan-jalan dari suami: cari hotel yang deket sama stasiun). Nah, di Nara ini ada dua Toyoko Inn, yang satu deket JR Nara station, yang satu deket Shin-Omiya station.

Jalur kita ke tempat Mas Moko adalah: Osaka - JR Nara station - Ikoma. Jadi kita (suami deng) pilih Toyoko Inn yang deket JR Nara station. Untuk ke Kōfuku-ji temple kita turun di Shin-Omiya station. Kalau mau dipetakan:
Osaka - JR Nara station - Shin-Omiya station - Ikoma (bayangan saya, bisa jadi salah, maklum peta buta).

Terus tujuan jalan-jalan kita (berdua aja) hari berikutnya adalah Tōdai-ji temple di deket Shin-Omiya station. Silakan bayangkan lagi gimana gondoknya suami saya karena salah pilih hotel. Duh.

Dari Tōdai-ji temple kita langsung ke Osaka lagi untuk lihat The Osaka Aquarium Kaiyukan. Turun di stasiun Osaka. Sebelum ke akuarium Osaka, kita mampir dulu ke terminal bus di Namba (lupa dari stasiun ke Namba naik apa). Dan: Tiket Osaka - Matsuyama sold out!!

Waktu itu suami ada dua pilihan: naik kereta tapi naik turun di beberapa stasiun atau naik kapal, dan untuk urus ini, kita harus ke stasiun. Karena akuarium lebih deket daripada ke stasiun, kita ke akuarium dulu. Jalan jauh (lagi) dari terminal ke akuariumnya dan akuariumnya besar sekali. Kaki ini semakin mati rasa. Mood suami jadi kurang bagus mengingat status kita yang belum pegang tiket pulang. Ditambah bayangan jalan kaki lagi ke terminal plus laper. Duh. Alhamdulillah, di perjalanan ke terminal kita lihat ada bis ke arah stasiun. Hore, kaki ini bisa istirahat sebentar.

*sampai di sini, saya sadar, saya nggak bisa membedakan mana stasiun, mana terminal. Haha..

Sampai di bagian informasi di stasiun (atau terminal?) karena suami butuh saran rute terbail, kita malah diarahkan naik Shinkansen dong. Yang per orangnya kalau dirupiahkan jadi tiga juta. Mahaaaaaalnyaaaaa. Duit siapaaa. Haha.. Nggak jadi naik Shinkansen kita. Terlunta-lunta lagi di kota besar.

Cari tempat sholat di Namba ketemu. Bzzzz.. Laper. Mood sudah mulai terganggu. Tapi karena capek, bukan karena kejadian-kejadian yang ajaib itu.

Pilihan terakhir untuk pulang adalah naik kapal.
Dan kapal baru ada sekitar jam 10an malam. Untuk ke pelabuhan kita perlu naik trem. Untuk naik trem, kita perlu beli tiket stasiun. Di stasiun ada prayer room. Alhamdulillah. Kita sempat jalan-jalan, untuk cari bus swasta. Tapi sia-sia. Jadi kita positif naik kapal. Ini pun masih belum tenang, karena ada kemungkinan kita nggak dapet tiket. Tapi alhamdulillah kita dapet :')

Kita nunggu di pelabuhan sampai sekita jam 8 baru bisa boarding. Duduk-duduk aja kita di sana. Nggak kerasa udah jam 8, terus kita boarding. Sambil nunggu take-off jam 10, kita duduk di dek atas kapal. Ngobrol. Cari Wi-Fi. Sebelum jam 10, kita masuk kamar, tidur.

Kapal untuk perjalan jarak jauh ada kamar-kamarnya. Satu kamar ada 4 bilik tempat tidur. Ada kamar khusus cewek, ada kamar campuran. Kita dapetnya di kamar campuran, ga masalah, karena tetap dijaga privasinya.

Dan sampai Matsuyama port paginya. Naik bus lagi untuk sampai rumah.

Dan suami tetap ke lab hari itu :)

End.



PS.
Biasanya saya kurang bisa mengingat hal-hal macam begini. Tapi, perjalanan ini adalah momen yang membahagiakan.

No comments:

Post a Comment