di depan malaikat, di belakang setan. tukang tipu? mungkin..
"aiiih,,
aku jd benci sm sii muka 2 uyy...
jadi orang kok sk mengadu domba..
kaya dirinya sempurna jaa..
padahal cuma karena HARTA dy terlihat sempurna.. (oupz.!)
untung jaa blm ada yang manfaatin dy.." (salah satu wall post di facebooknya teman)
segitu jeleknya jadi muka dua, teman..
bermanis-manis di depan kita, berpahit-pahit di belakang kita..
tapi kupikir,
kadang-kadang, jadi muka dua itu penting..
masa' iya mau jadi setan terus-terusan?
gimana pun juga, aku bukan malaikat q:
aku belom bisa bijak nanggepin masalah-masalah yang ada di depanku, aku masih terlalu self-centered banget & belom bisa memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin aku timbulkan waktu menjelma menjadi setan, terutama mengenai urusan dengan hati & perasaan orang lain (dalam hal ini, setan lain).
hufff..
mungkin aku yang jahat & aku yang perlu introspeksi diri karena aku yang kadang-kadang hilang kendali untuk tetap memanusiakan seseorang dan memilih untuk menyetankan seseorang itu saat aku menemukan beberapa faktor yang membenarkan keinginanku untuk menyimpulkan seseorang itu menyetaniku..
jujur,
berat rasanya untuk cuma mencoba menjadi malaikat saat keinginan untuk menjadi setan itu tiba-tiba ada. apalagi untuk benar-benar menjadi malaikat..
tapi coba pikir..
beberapa saat lalu, seseorang dalam otakku tiba-tiba mengatakan, "ternyata dunia itu banyak setannya ya, ver.."
kaget.
iya, ternyata setan itu banyak.
& rasanya nggak perlu sok jadi malaikat untuk menutupi kenyataan itu..
manusia itu bisa saling menyakiti. even, anyone can hurt someone they love. tapi setan tetep setan, topeng malaikat nggak bisa menutupi muka setannya selamanya. susah untuk selalu berbuat baik, karena manusia punya keinginan. tapi hati kita pun bisa bedain mana tokoh antagonis & protagonis di sinetron, jadi hati kita sebenernya bisa memilih peran seperti apa..
yang jelas, ada tokoh antagonis di tiap episode kehidupan kita (tokoh utama selalu protagonis kan?) & di kehidupan si antagonis pun ada antagonis lain. bisa aja si protagonis itu jadi si antagonis di drama hidupnya si antagonis yang menganggap dirinya protagonis..
begitulah hidup..
protagonis pun bisa jadi antagonis. ya itu, karena ada setan..
intinya..
semua manusia punya kecenderungan untuk berbuat jahat. ada setan maupun nggak ada setan.
saat manusia bermuka setan di depan kita, apa kita mau ikut-ikutan bermuka setan, atau bermuka malaikat?
kalo hari ini, aku milih untuk bermuka setan, entah.. karena ada nafsu untuk balik menyakitinya, atau aku emang setan.
& trus aku berpikir..
apa jadinya kalo aku bermuka malaikat?
karena bermuka setan kali ini membuatku tersiksa. puas. tapi ada sesuatu yang mengganjal, bukannya bermuka setan pasti mendapat balasannya? kenapa aku harus repot-repot membalasnya kalo suatu hari nanti dia juga mendapat balasnya? salah-salah malah aku yang disetankan orang-orang..
menjaga perasaan itu penting. bermuka dua itu penting. asal muka setannya cuma untuk dinikmati orang yang bisa memahami kenapa muka setan kita itu tiba-tiba muncul & bisa meredakan kembali menjadi malaikat (:
huff..
susah bener ya jadi manusia..
mau jadi setan bermuka malaikat aja ahhh.. ^^
bismillah..
Setubuh,Ve,eh setuju.Btw km kukasi award nih,check this out.
ReplyDeletehttp://nadyaveron.wordpress.com/2009/05/04/horeeeedpt-award-nih/
nggak mudeng, nad >_<
ReplyDelete