Musim dingin kala itu..
II
Liburan singkat di Indonesia akhirnya usai. Aku harus kembali ke Jerman. Berdua :)
III
Di Jerman, aku harus menghadapi kenyataan lagi bahwa aku tidak suka jauh dari "rumah". Banget.
IV
My PhD life went as usual in spite of the tears.
I moved to a new flat near my lab. An empty flat. No bed. No cupboard. No table. No chair. No lamp. OMG! I had to manage everything before I moved so I could sleep well during the winter. Beside, I needed to buy cartons, the big ones. I also needed time to check the IKEA website, to think about when and how the stuffs would be delivered, and how to assemble all the stuffs. I bought little shelfs, a custom table, a chair and a cheap plastic wardrobe I cannot find the link, and these:
iye, emang sengaja kasih lihat harganya. Hahaha..
Dan itu semua harus dirakit sendiri.
..and it was in the middle of the snow
V
There was also a time when someone knocked at my door and wanted me to leave my flat immediately due to a finding of a bomb in the store in front of my flat. Bomb. Bangkai bom dari jaman perang. Entah bangkai entah masih aktif. Yang jelas aku harus segera meninggalkan flat. Kemudian aku jalan balik ke Bahnhof karena bus dan kendaraan lain ga boleh lewat.
Hari itu aku numpang tidur di rumah teman.
VI
The day I told my supervisor: It was in the middle of a conference in Halle.
The Controlled Release Society Germany Local Chapter
Martin-Luther-Universität Halle-Wittenberg
Unknown building. Ada Edeka-nya. Di depan hotel, dalam perjalanan menuju bar.
VII
Flew back to Indonesia!
..waiting for the time to leave home to go home
FRA to RUH
sepi, duduk sendiri bisa rebahan
RUH to CGK
bayar lebih demi bisa selonjoran karena takut kaki bengkak
RUH to CGK
VIII
Home!
..padahal ik ga suka duren
IX
Awal Juli 2018
ditinggal Mas Suami konferensi ke Jepang dan dengan semena-menanya dipameri foto Sushi.
I missed you so much, Dear Sushi in Japan..
Dan di sebuah percakapan via telefon:
"Mas, kayaknya aku tau deh rasanya kalau besok mulai kontraksi"
13 Juli 2018
Diajak belanja Apip karena aku kok persiapannya nggak banget. Haha. Masih belum beli ini-itu karena memang aku mau biasa-biasa aja gara-gara lihat postingan di Instagram yang membandingkan persiapan ibu waktu persiapan kelahiran anak pertama vs anak selanjutnya. Yang wajar saja.
Di hari itu juga, aku tergerak untuk membereskan kamar.
Saturday, 14 Juli 2018
I found a spot of blood when I peed. But I stayed cool. I am always cool anyway. I texted my mother while she was in her trip back to Indonesia from Japan. I got her replied after she had landed in Cengkareng and wanted me to tell my obstetrician. I did not do it immediately because I was really chilled that day. The due date was two weeks away. But since I kept bleeding and I felt something strange in my stomach, then I told my obstetrician. He wanted me to go to the emergency unit. So I packed my bag and went.
Bukaan lima.
Dan aku masih chilled banget. Pede bakal disuruh pulang karena HPL masih lama.
Mas Suami masih sibuk urus kamar saat aku sibuk main HP di ruang observasi. Ibu langsung ke RS setelah mampir rumah sebentar. Disuruh ngaji sama Ibu. Dan aku mengantuk kemudian aku tidur di ruang observasi. Sebelumnya, aku bilang ke Mbak Perawat, "Sus, kalau ada yang mau lahiran, kasih tau saya ya. Saya tak pindah ke kamar." Haha, takut.
Akhirnya makin geje di ruang observasi jadi aku minta pindah kamar aja. Mbak Perawat bilang, "kalau kontraksi semakin sering atau ngerasa ada air yang merembes, segera lapor ya.."
dan aku masih santai menanggapi itu dan berjalan dengan santai ke kamar.
Di kamar juga geje. Haha.
Beberapa sanak saudara ada yang singgah, termasuk mertua yang saat itu baru ada di Jogja. Sampai malem juga tetep geje, kontraksi juga gitu-gitu aje. Bapak sudah mulai ngantuk dan diminta pulang sama ibu. Sesaat setelah bapak pulang, aku beneran ngerasa seperti ada balon pecah. Air keluar. Dan aku dipindah ke ruang persalinan.
Bukaan delapan.
Udah mulai heboh kontraksinya dan nggak boleh ngeden. To be honest, I had zero idea about giving birth. Ga tau kalau ngeden itu ada tekniknya. Tapi bodo amat.
Dokter datang. Bukaan lengkap (aku sebut bukaan lengkap karena aku ga tau yang disebut bukaan lengkap itu bukaan berapa, haha.. segitu enggaktaunya aku tentang proses persalinan). However,...
NGEDEN ITU GITU AMAT YA, BUIBUUUUUUUU..
Sabtu, 14 Juli 2018 23:30
"Welcome to the world, Nak.."
[no pic of her will be published]
♥










No comments:
Post a Comment