Saturday, March 4, 2017

Bu Prof



The moment when I tiba-tiba dapet e-mail dari Mesir mau lamar jadi mahasiswa doktoral di bawah bimbingan Bu Prof Verda (FYI, ga ada yg manggil Prof Verda; di email itu, dia cuma sebut "Dear Prof" aja)..

Ini harus sedih apa seneng sih? Sedih karena mukanya dianggap sudah cukup tua untuk dipanggil Prof atau seneng karena mukanya dianggap cukup pintar untuk dipanggil Prof?